Skip to main content

Cerpen

https://www.facebook.com/hendra.kentn


KU INGIN MENCINTAIMU SEBELUM MENGENALMU
 
Berawal dari sebuah perjalanan ku menuju tempat kos, aku dan Mitha melangkahkan kaki perlahan namun pasti.
Meski terik namun terasa silir angin berhembus, kami asik berbincang tentang kisah remaja di sekolah kami.

Lalu, seorang anak laki-laki berseragam putih abu-abu melintas tepat di sampingku. Spontan aku terperangah, namun ia tak sedikitpun menghiraukan aku.
Bahkan sampai ia berlalu.
Ia terlihat sedikit tampan, namun sangat keren. Wajar jika aku sampai terpesona padanya.

“Hei, kenapa kamu Sil ?” Mitha menepuk pundakku. Tentu saja itu membuatku terkejut.
“Haaa ? oh. Gak papa kok “ Jawabku dengan wajah yang mungkin abstrak
“Kamu liat gak yang tadi lewat?” Tanya Mitha padaku
“Iya lihat, emang kenapa ta’ ?
“Dia itu pacarnya Sheila, menurutmu dia cakep gak ?”
“Sheila keponakanmu ?”
“Ya iyalah Jesil usil emang berapa Sheila yang aku kenal?”
“Oh,… iya dia lumayan cakep kok, tapi hatinya pasti lebih cakep”
“Loh,… kok kamu bilang gitu ? memangnya kamu kenal dia Sil ?”
“Egak sih, tapi coba deh kamu fikir,… Di zaman semodern dan semunafik ini masih ada cowo seperti dia yang mau nerima cewe apa adanya, seperti Sheila. Kamu ngerti kan maksudku ta ?”. ?Jelas ku pada Mitha.

“Iya, aku ngerti kok maksud kamu. Bener juga kata kamu Sil, padahal banyak cewe yang lebih cantik dari Sheila dan yang pasti sempurna, Tapi dia mau pacaran sama cewe yang terlihat begitu jelas kekurangannya. Apa dia gak takut di ketawain ya ? sama teman-temannya. Pacaran sama cewe yang pincang.”

Aku diam saja, tidak menanggapi apa yang dikatakan Mitha. Fikiranku sudah terlalu jauh untuk kembali mendengar apa yangg ia katakan. Lagi-lagi penyakit melamun ku kambuh. Aahh,.. Tapi aku fikir ini bukan lamunan tapi sebuah khayalan. Khayalan memiliki pacar nya Sheila. Aku kagum dengannya dan mungkin aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sampai di kosan, kami langsung berganti pakaian untuk kembali ke Sekolah. Karna siang itu jadwal kegiatan ekstrakurikuler.

Wajahku tiba-tiba memerah, cowo yang tadi ku lihat di jalan tepat ada di hadapanku ketika aku memasuki aula sekolah. Aku terkejut bahkan salah tingkah. Dia bernyanyi sambil memainkan gitar. Suaranya terdengar indah begitupun dengan permainan gitarnya. “Oh, sungguh beruntungnya Sheila mendapat pacar yg baik hati, keren dan memiliki bakat yang luar biasa. Kapan aku bias punya pacar seperti dia ?.“ Ucapku dalam hati. Mataku tak lepas memandangnya. Fikirku melayang ntah kemana.

Hingga tiba ia memperkenalkan diri di hadapan kami. Ternyata dia adalah anggota baru di sanggar kami. Aku begitu senang dengan kehadirannya. Semangatku naik drastis 99,5% dari sebelumnya.

Waktu berjalan begitu cepat, hampir tiap hari aku menjumpainya di aula Sekolah. Tanpa ku sadari ia memiliki rasa yang sama sepertiku. Kami saling mengagumi. Dan pada akhirnya ia ucapkan kata cinta padaku. Tanpa fikir panjang aku menerimanya yang pada saat itupun yang aku tau, ia sudah putus dengan Sheila. Kami saling mendukung satu sama lain, dialah orang yang setiap harinya, membuatku semangat pergi ke sekolah. Dia juga seseorang yang selalu memberi perhatian lebih terhadapku. Mengingatkan ku ketika aku lupa, memberiku semangat ketika aku mulai lelah menjalani hari-hariku. Dan dialah juga yang selalu ada ketika aku butuh, dalam sedih maupun senang.

Tapi ternyata, setelah aku benar-benar mencintainya. Barulah aku mengenalnya. Pria yang semula ku kenal baik hati, dewasa dan berbakat. Kini bukanlah sosok pria yang ku kagumi. Perlahan aku mengenalnya dan semakin aku mengenalnya semakin terasa perih dalam hatiku.

Baru aku menyadari aku telah menyakiti hati Sheila. Karna laki-laki itu menyatakan cinta sebelum ia putus dengan Sheila. Bahkan lebih dari itu. Dia pun memacari Sheila setelah sebelumnya ia punya pacar yang sampai ia pacaran denganku pun belum juga ia putus. “Play Boy !!!” Teriak ku dalam hati, setelah ku putuskan untuk pergi dari kehidupannya. Dan mencoba melupakan dia.

Dia yang dulu memakai topeng berwajah manis untuk mendapat perhatian seribu wanita.
Yang sebenarnya ia tak lebih dari Seekor srigala berbulu domba. Bahkan tak lebih baik dari seorang pecundang sekalipun.

Aku menyesal telah mengaguminya.
Aku menyesal karna begitu cepat aku menarik kesimpulan tentang kepribdiannya, yang membuat aku mencintainya sebelum aku mengenal siapa dia sesungguhnya.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Mengubah File PDF ke WORD

CARA MENGUBAH FILE PDF KE WORD Tutorial Convert PDF ke Word dengan menggunakan software - Postingan ini akan menjelaskan tentang bagaimana cara merubah/Convert File dengan format PDF ke Format Word.doc. Tutorial ini merupakan cara merubah file pdf ke word paling gampang. Tentunya kalian yang lagi membuat makalah, laporan, atau bahkan Skripsi pasti googling untuk mencari banyak referensi, dan terkadang referensi file yang didapat berupa file berformat pdf, lalu kalian ingin menjadikan/merubah file itu ke format word/.doc. Namun kalian tidak tau cara untuk merubah pdf ke word. Nah, maka dari itu, Bagi sobat yang belum mengerti caranya, disini saya akan memberikan tutorial mengenai Cara Merubah File PDF ke Word yang ternyata sangat gampang banget. Jadi kalian tidak perlu pusing-pusing edit yang terlalu bulet atau bahkan ada yang diketik lagi. hehe Berikut Cara Merubah File PDF ke Word : Untuk merubah file pdf ke word, kita harus menggunakan Software conv...

CONTOH MAKALAH

Contoh Makalah di bawah ini adalah tentang Pendidikan yang sering dicari oleh para pelajar ataupun mahasiswa, bagi yang mencari contoh makalah disini akan diberikan contoh sederhananya. Susunan makalah di bawah ini hanyalah sebagai contoh saja, jadi teman-teman bisa lebih mengembangkannya sesuai yang anda inginkan. Contoh Makalah Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya ma...

AKHIR SEBUAH PENANTIAN

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu. Sulit ku terima semua keputusan itu. Yang kini hilang tersapu angin senja. Masih sulit pula untuk ku lupakan. Suram dan seram jika ku ingat kembali. Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu, agar abadi oleh sang waktu. Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku. “Idaaa, tunggu !” Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran. “Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !” “Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya” “Ya telat dikit kan gakpapa”. Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang meng...